Delapan dari Sepuluh Lansia di Palipi Soreang Alami Kesepian, STIKES Marendeng Bekali Caregiver Keterampilan Pertolongan Psikologis Awal

U
Humas STIKMAR
16 July 2026
3 MENIT MEMBACA
Delapan dari Sepuluh Lansia di Palipi Soreang Alami Kesepian, STIKES Marendeng Bekali Caregiver Keterampilan Pertolongan Psikologis Awal
"Delapan dari Sepuluh Lansia di Palipi Soreang Alami Kesepian, STIKES Marendeng Bekali Caregiver Keterampilan Pertolongan Psikologis Awal"

Sebanyak delapan dari sepuluh lanjut usia (lansia) di Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene, mengalami kesepian pada tingkat sedang. Temuan tersebut terungkap dari hasil pengkajian yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa STIKES Marendeng Majene terhadap 103 lansia melalui asesmen biopsikososial dalam program pengembangan Desa Ramah Lansia.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kesepian berkepanjangan diketahui dapat meningkatkan risiko depresi, penurunan fungsi kognitif, berkurangnya kualitas hidup, hingga mempercepat penurunan kondisi kesehatan lansia.

Hasil pengkajian menunjukkan 81,6 persen lansia mengalami kesepian pada tingkat sedang. Selain itu, sebagian responden juga menunjukkan gejala awal depresi dan penurunan fungsi kognitif yang memerlukan perhatian keluarga serta tenaga kesehatan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan psikososial lansia masih menjadi tantangan yang perlu mendapat penanganan bersama di tingkat keluarga dan komunitas.

Ketua tim pengabdian, Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan bahwa hasil pengkajian tersebut menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Data ini menunjukkan bahwa persoalan lansia bukan hanya berkaitan dengan penyakit fisik. Kesepian, kehilangan pasangan hidup, berkurangnya interaksi sosial, hingga kecemasan juga menjadi persoalan yang nyata. Jika tidak dikenali sejak dini, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih berat. Karena itu, keluarga perlu dibekali kemampuan untuk mengenali dan memberikan dukungan psikologis sejak awal," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, STIKES Marendeng Majene melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bekerja sama dengan Pemerintah Desa Palipi Soreang menyelenggarakan Workshop Caregiver Lansia bertajuk Peningkatan Kapasitas Caregiver melalui Pelatihan Psychological First Aid (PFA). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Palipi Soreang itu diikuti 30 peserta yang terdiri atas caregiver keluarga, kader kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pelatihan mengenai Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan psikologis awal, yaitu pendekatan sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis. Peserta juga mengikuti simulasi komunikasi empatik, mengenali tanda-tanda gangguan psikologis pada lansia, serta mempraktikkan langkah-langkah dasar memberikan dukungan emosional dan menghubungkan lansia dengan layanan kesehatan apabila diperlukan.

Menurut Fredy, pelatihan caregiver menjadi semakin penting mengingat Indonesia telah memasuki fase ageing population, yaitu ketika proporsi penduduk lanjut usia telah melampaui 10 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan keluarga dan masyarakat agar mampu memberikan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial lansia.

"Caregiver merupakan garda terdepan dalam pendampingan lansia. Ketika keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, berbagai persoalan psikologis dapat dikenali lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat. Pendekatan seperti inilah yang ingin kami bangun melalui program Desa Ramah Lansia," katanya.

Workshop berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif seluruh 30 peserta. Diskusi berkembang dari pengalaman nyata peserta dalam mendampingi lansia yang mengalami kesepian, kehilangan pasangan hidup, hingga penurunan semangat menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui simulasi yang diberikan, peserta dilatih untuk menerapkan prinsip Look, Listen, and Link sebagai dasar Psychological First Aid dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Desa Palipi Soreang menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kapasitas caregiver melalui kolaborasi bersama STIKES Marendeng Majene. Edukasi yang berkelanjutan dinilai penting agar keluarga dan masyarakat semakin siap menghadapi meningkatnya jumlah lansia di desa.

Bagi STIKES Marendeng Majene, temuan bahwa 81,6 persen lansia mengalami kesepian sedang menjadi pengingat bahwa pembangunan desa ramah lansia tidak cukup hanya berfokus pada layanan kesehatan dan infrastruktur. Penguatan kapasitas keluarga, kader, dan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial merupakan bagian yang tidak kalah penting. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan lansia di Kabupaten Majene dapat menjalani proses penuaan yang lebih sehat, aktif, mandiri, dan bermartabat. (mkb)

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.

1 Tayangan
0 Dibagikan
Humas STIKMAR
Ditulis Oleh

Humas STIKMAR

Departemen Publikasi & Informasi

Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.