Kegiatan Pemuda Inspiratif terus berlanjut. Acara berupa kompetisi yang digelar oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI ini, telah singgah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada 29-30 September 2018. Sambutan begitu antusias diberikan oleh publik Polewali. Sejak pagi, ratusan pemuda dari Polewali dan sekitarnya berkumpul di venue Lapangan Pancasila untuk melakukan registrasi. Kemudian, satu persatu dari para peserta melakukan presentasi dihadapan juri.

Salah satunya adalah Nurul Aeni. Inovasi mahasiswi STIKES Marendeng Majene Sulbar tersebut cukup unik. Dia menciptakan obat nyamuk berbahan baku bunga sukun. Beberapa varian pun diciptakannya.

Diantaranya adalah obat nyamuk elektrik cair, obat nyamuk mat, dan obat nyamuk lotion. “Ide ini saya ciptakan karena saya menemukan manfaat dari bunga sukun. Sejak dulu, bunga sukun dibakar untuk dijadikan obat nyamuk. Tapi saya rasa cara tersebut tidak efektif. Sehingga saya pun membuat inovasi yang baru,” ungkap Nurul.

Tak hanya sekedar ide dan konsep, Nurul pun merealisasikan inovasinya dengan menunjukkan dan memperagakan penggunaan alatnya kepada juri. “Penggunaan bunga sukun ini lebih efisien daripada produk komersial yang saat ini beredar di pasaran,” lanjutnya. Inovasi tersebut meraih peringkat Juara Pertama Putri Pada Ajang Lomba Pemuda Inspiratif Sulawesi Barat dan Menjadi Delegasi Ke-tingkat Nasional yang akan di adakan di Banten .

Mahasiswa STIKES Marendeng tersebut berhasil menciptakan teknologi tepat guna yaitu obat nyamuk berbahan dasar bunga sukun. Kerasi nurultersebut tercipta karena dia melihat banyak sekali bunga sukun yang ada di sekitarnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Meski demikian ide itu baru dia temukan lima hari lalu tepatnya sesaat sebelum mendaftar Pemuda Inspiratif.  “Bahkan ketikan mendaftar saya baru terfikir untuk membuatanya (red). Tapi itu justru jadi tantangan tersendiri,” ungkap mahasiswi semester tujuh jurusan keperawatan STIKES Marendeng Majene tersebut.