Onang, Tubo Sendana —29 September 2026
Mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKES Marendeng Majene yang sedang melaksanakan Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga menggelar kegiatan peringatan Bulan Alzheimer Sedunia 2026 di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan yang mengangkat semangat “Jangan Maklum dengan Pikun, Peduli Ingatan, Peduli Lansia” tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas lanjut usia dan caregiver. Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif, promotif, preventif, dan partisipatif dengan melibatkan lansia secara aktif dalam berbagai aktivitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik profesi mahasiswa di masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya memperkuat perhatian terhadap kesehatan lansia di Desa Onang. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyakit, tetapi juga pada upaya mempertahankan fungsi, aktivitas, interaksi sosial, serta kualitas hidup lansia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai demensia dan tanda-tanda gangguan fungsi kognitif, termasuk pengenalan gejala umum Alzheimer. Materi edukasi mengacu pada media kampanye Alzheimer yang menekankan pentingnya mengenali perubahan seperti gangguan daya ingat, sulit fokus, kesulitan melakukan kegiatan familiar, disorientasi, gangguan komunikasi, kesulitan memahami visuospasial, menaruh barang tidak pada tempatnya, kesulitan mengambil keputusan, menarik diri dari pergaulan, serta perubahan perilaku dan kepribadian.
Selain edukasi, rangkaian kegiatan juga meliputi pemeriksaan kesehatan, skrining risiko demensia, senam otak, dan aktivitas seni kreatif. Kegiatan dirancang agar lansia tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bergerak, berpikir, berinteraksi, dan mengekspresikan diri dalam suasana yang menyenangkan.
Melibatkan Lintas Sektor
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ibu Irmawati, selaku pengelola Program Kesehatan Lanjut Usia Puskesmas Sendana 2, serta Bapak Rusdi, PLKB Desa Onang.
Kehadiran unsur Puskesmas dan PLKB menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan kegiatan kesehatan lansia di tingkat desa. Lansia memiliki kebutuhan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga keluarga, psikososial, aktivitas sosial, lingkungan, dan keberlanjutan pendampingan.
Sementara itu, kegiatan menghadirkan Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep. sebagai narasumber. Dalam penyampaian materinya, Fredy menekankan pentingnya membedakan proses lupa yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan perubahan fungsi kognitif yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
“Pikun tidak seharusnya langsung dianggap sebagai sesuatu yang wajar karena usia. Perubahan daya ingat dan fungsi kognitif perlu dikenali, diperhatikan, dan bila ditemukan tanda risiko, diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Fredy dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, perhatian terhadap lansia perlu dilakukan sejak tingkat keluarga dan komunitas. Keluarga dan caregiver memiliki posisi penting karena mereka merupakan orang yang paling dekat dengan lansia dan dapat mengenali perubahan perilaku atau kemampuan lansia dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Skrining Menuju Pendampingan
Kegiatan di Desa Onang juga menegaskan bahwa skrining bukanlah diagnosis. Skrining digunakan sebagai langkah awal untuk mengenali adanya risiko atau kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Hasil pengamatan dan skrining dapat menjadi dasar bagi mahasiswa, kader, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk menentukan kebutuhan edukasi, pendampingan, maupun rujukan sesuai kondisi lansia.
Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengembangan Desa Onang Ramah Lansia, yang selama ini diarahkan untuk membangun lingkungan desa yang lebih peduli terhadap kesehatan, kemandirian, aktivitas sosial, dan kesejahteraan lansia.
Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat
Bagi mahasiswa Profesi Ners, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran klinik dan komunitas. Mahasiswa tidak hanya belajar melaksanakan intervensi keperawatan, tetapi juga belajar memahami kondisi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan lansia, berkomunikasi dengan keluarga dan caregiver, membangun jejaring dengan tenaga kesehatan, serta mengembangkan kegiatan yang dapat diterima oleh masyarakat.
Kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep. dan Nurul Aeni, yang memberikan arahan kepada mahasiswa selama pelaksanaan Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga di Desa Onang.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari proses membangun kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan lansia.
Menuju Desa Onang Ramah Lansia
Peringatan Bulan Alzheimer di Desa Onang menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa Profesi Ners dalam mengembangkan pendekatan Desa Onang Ramah Lansia.
Konsep tersebut diarahkan agar lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang tetap memiliki potensi, pengalaman, kemampuan bersosialisasi, dan hak untuk hidup sehat, aktif, bahagia, dan bermartabat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa Profesi Ners, dosen pembimbing, pemerintah desa, Puskesmas, PLKB, keluarga, caregiver, kader, dan masyarakat, kegiatan kesehatan lansia diharapkan dapat berkembang dari kegiatan sesaat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Sehat, aktif, bahagia, dan bermartabat—menjadi semangat bersama dalam membangun Desa Onang yang semakin ramah terhadap lansia.
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.
Humas STIKMAR
Departemen Publikasi & Informasi
Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.