Desa Onang, 22 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKES Marendeng Majene yang sedang menjalani Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga melaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) bagi lanjut usia (lansia) di Desa Onang, Kecamatan Sendana, Kabupaten Mamuju.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik profesi keperawatan komunitas dan keluarga yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan pelayanan keperawatan berbasis masyarakat, sekaligus mendorong lansia untuk tetap aktif secara fisik, psikologis, dan sosial.
Kegiatan TAK diikuti oleh 15 orang lansia yang hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian aktivitas yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para lansia tidak hanya menjadi penerima kegiatan, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas kelompok.
Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Fredy Akbar K. dan Nurul Aeni, yang memberikan arahan kepada mahasiswa selama proses pelaksanaan praktik di masyarakat.
Menurut pendamping kegiatan, pelaksanaan TAK bagi lansia merupakan salah satu bentuk pendekatan keperawatan komunitas yang menempatkan lansia sebagai individu yang tetap memiliki potensi untuk beraktivitas, berinteraksi, dan berkontribusi dalam lingkungan sosialnya.
“Kegiatan seperti ini penting karena keperawatan komunitas tidak hanya berorientasi pada masalah kesehatan, tetapi juga bagaimana mempertahankan fungsi, kemandirian, interaksi sosial, dan kualitas hidup lansia di lingkungan tempat mereka tinggal,” ujar Nurul Aeni., salah satu Dosen Pembimbing Lapangan.
Membangun Desa yang Ramah Lansia
Kegiatan TAK ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan masyarakat yang semakin peduli terhadap kebutuhan lansia. Melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, pemerintah desa, kader, keluarga, dan masyarakat, kegiatan keperawatan komunitas diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan gagasan Desa Onang Ramah Lansia, yang menempatkan lansia sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat desa.
Mahasiswa Profesi Ners tidak hanya menjalankan kegiatan intervensi, tetapi juga belajar melakukan pengkajian kondisi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan kesehatan, menyusun perencanaan, melaksanakan intervensi, serta melakukan evaluasi bersama masyarakat.
Kehadiran dosen pembimbing dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan mahasiswa tetap sesuai dengan prinsip keperawatan komunitas dan keluarga serta kebutuhan masyarakat setempat.
Dari Praktik Profesi Menuju Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan di Desa Onang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan praktik mahasiswa. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa, lansia, keluarga, kader, dan pemerintah desa dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan lansia secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan sederhana seperti TAK, lansia memperoleh ruang untuk berkumpul, berinteraksi, melakukan aktivitas bersama, dan mendapatkan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan dan sosialnya.
Bagi mahasiswa Profesi Ners, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman penting untuk memahami bahwa keperawatan komunitas bukan hanya memberikan pelayanan kepada individu yang sakit, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu menjaga kesehatan dan kualitas hidup kelompok rentan, termasuk lansia.
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.
Humas STIKMAR
Departemen Publikasi & Informasi
Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.