REMAJA TANGGUH, PROFESI NERS STIKES MARENDENG MAJENE AJAK SISWA SMPN 6 TUBO SENDANA JAGA KESEHATAN MENTAL

U
Humas STIKMAR
29 September 2026
5 MENIT MEMBACA
REMAJA TANGGUH, PROFESI NERS STIKES MARENDENG MAJENE AJAK SISWA SMPN 6 TUBO SENDANA JAGA KESEHATAN MENTAL
"REMAJA TANGGUH, PROFESI NERS STIKES MARENDENG MAJENE AJAK SISWA SMPN 6 TUBO SENDANA JAGA KESEHATAN MENTAL "

MAJENE, 29 September 2026

— Tekanan tugas sekolah, pergaulan, hingga pengaruh media sosial menjadi bagian dari keseharian remaja. Persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam kegiatan “Remaja Tangguh: Jiwa Sehat, Berani Hadapi Tantangan” yang dilaksanakan mahasiswa Profesi Ners STIKES Marendeng Majene di SMP Negeri 6 Tubo Sendana, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Praktik Profesi Ners Keperawatan Komunitas dan Keluarga Tahun 2026, dengan fokus pada penguatan kesehatan mental dan resiliensi remaja.

Kegiatan dihadiri Kepala SMP Negeri 6 Tubo Sendana Nurmadinah, S.Pd., M.Pd., Pelaksana Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Sendana 2 Nasmawati, Amd.Kep., Pelaksana Program Promosi Kesehatan Efendi, SKM, serta PLKB Desa Onang Rusdi.

Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus narasumber kegiatan, Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep., mengajak siswa tidak memandang persoalan kesehatan mental sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.

Menurut Fredy, ruang dialog dengan remaja menunjukkan bahwa tekanan yang mereka hadapi cukup beragam, mulai dari tuntutan akademik, hubungan pertemanan atau circle, hingga penggunaan media sosial.

“Tadi pagi ketemu adik-adik SMP yang luar biasa jujur tentang pressure mereka. Tugas, circle, sosmed. Kita belajar kalau kesehatan mental itu sama pentingnya dengan nilai rapor,” ujar Fredy dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian remaja untuk mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

“Minta tolong itu bukan lemah. Bilang TIDAK itu bukan jahat,” katanya.

Dalam sesi tersebut, Fredy juga memperkenalkan nilai CERIA sebagai pesan sederhana bagi remaja dalam membangun kehidupan sosial dan kesehatan mental yang positif, yakni Cerdas, Empati, Rajin ibadah, dan Interaksi positif.

“Terima kasih sudah jadi pendengar yang CERIA: Cerdas, Empati, Rajin ibadah, Interaksi positif. Kalian keren,” tutur Fredy kepada para siswa.

Siswa Antusias Ceritakan Tekanan yang Dihadapi

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka mengenai kehidupan remaja.

Sejumlah siswa tampak antusias ketika diajak membicarakan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka. Mulai dari tekanan menyelesaikan tugas, menjaga hubungan dengan teman, menghadapi ekspektasi lingkungan, hingga bagaimana menggunakan media sosial secara sehat.

Dialog tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena mahasiswa dan narasumber dapat mendengar langsung perspektif remaja mengenai tantangan yang mereka hadapi.

Pendekatan tersebut sekaligus menempatkan remaja bukan hanya sebagai penerima edukasi, tetapi sebagai pihak yang memiliki pengalaman dan suara dalam membicarakan kesehatan mental mereka sendiri.

Program Kesehatan Jiwa Dorong Remaja Berani Mengenali Masalah

Pelaksana Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Sendana 2, Nasmawati, Amd.Kep., turut memberikan penguatan kepada siswa mengenai pentingnya mengenali kondisi diri dan tidak mengabaikan persoalan psikologis yang dialami.

Menurutnya, edukasi kesehatan jiwa kepada remaja penting dilakukan sejak dini agar siswa memiliki pengetahuan dasar untuk mengenali perubahan perasaan, tekanan, maupun persoalan yang membutuhkan dukungan.

Kehadiran program kesehatan jiwa di tengah lingkungan sekolah juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan layanan kesehatan dalam mendukung remaja.

Sementara itu, Efendi, SKM, selaku Pelaksana Program Promosi Kesehatan, menekankan pentingnya pendekatan promotif dan edukatif yang mudah diterima oleh remaja.

Menurut Efendi, promosi kesehatan tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi perlu dikemas melalui komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja sehingga mereka dapat memahami dan menerapkannya.

PLKB: Ketahanan Remaja Dimulai dari Lingkungan Terdekat

PLKB Desa Onang Rusdi juga memberikan perspektif mengenai pentingnya ketahanan remaja dalam menghadapi perubahan lingkungan sosial.

Ia menyampaikan bahwa ketahanan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja itu sendiri. Keluarga, sekolah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial memiliki peran dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman dan mendukung.

Menurut Rusdi, peran PLKB juga dapat diarahkan untuk memperkuat komunikasi, edukasi, dan pendampingan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi remaja.

“Ketahanan remaja dibangun dari lingkungan terdekat. Ketika keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu memberikan dukungan yang baik, remaja akan memiliki ruang yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan dan mengambil keputusan yang sehat,” demikian pesan yang disampaikan Rusdi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah Sambut Positif Kegiatan

Kepala SMP Negeri 6 Tubo Sendana, Nurmadinah, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur karena sekolah mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan perhatian terhadap kesehatan mental siswa.

Menurutnya, pembahasan mengenai kesehatan mental semakin penting karena kehidupan siswa saat ini tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dipengaruhi lingkungan pertemanan dan media sosial.

Kegiatan seperti ini dinilai memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan apa yang mereka rasakan dan hadapi.

Mahasiswa Profesi Ners Jadi Garda Terdepan

Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa Profesi Ners STIKES Marendeng Majene terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Fredy memberikan apresiasi terhadap kerja mahasiswa yang menurutnya menunjukkan totalitas dalam menjalankan praktik keperawatan komunitas.

“Di balik lancarnya kegiatan Remaja Tangguh di SMPN 6 Tubo Sendana, ada mereka: mahasiswa Profesi Ners yang totalitasnya luar biasa. Dari persiapan sampai selesai, mereka all out. Terima kasih sudah jadi garda terdepan kesehatan mental remaja. Kalian keren, kalian tangguh!” ujar Fredy.

Kegiatan Remaja Tangguh menjadi salah satu bentuk implementasi praktik keperawatan komunitas yang menghubungkan mahasiswa dengan sekolah, Puskesmas, pemerintah desa, PLKB, dan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun remaja yang melek kesehatan mental, mampu mengenali tekanan, memiliki keterampilan menghadapi masalah, berani mencari bantuan, serta mampu membangun interaksi sosial yang positif.

Bagi para mahasiswa Profesi Ners, kegiatan tersebut bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menjadi proses belajar untuk mendengar suara remaja, memahami kebutuhan mereka, dan membangun intervensi kesehatan komunitas yang berangkat dari persoalan nyata di lapangan.

“Remaja Tangguh — Jiwa Sehat, Berani Hadapi Tantangan.”

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.

11 Tayangan
0 Dibagikan
Humas STIKMAR
Ditulis Oleh

Humas STIKMAR

Departemen Publikasi & Informasi

Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.