MAJENEKamis 29 Oktober 2026 — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Lansia di Sekolah Lansia binaan STIKES Marendeng Majene, Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif, berinteraksi, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan dalam lingkungan yang mendukung kesehatan serta kesejahteraan mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Ibu Wahidah Paheng, bersama jajaran, serta Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pentingnya penguatan program pemberdayaan lansia melalui pendekatan keluarga, masyarakat, dan pendidikan kesehatan.
Sebanyak 34 lansia yang menjadi siswa Sekolah Lansia binaan STIKES Marendeng mengikuti kegiatan dengan penuh kebersamaan. Melalui aktivitas kelompok yang dirancang sesuai dengan kebutuhan lansia, para peserta memperoleh kesempatan untuk berkomunikasi, membangun hubungan sosial, mengekspresikan perasaan, serta mempertahankan keterlibatan mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi lansia, kegiatan semacam ini bukan sekadar mengisi waktu luang. Lebih dari itu, kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, mengurangi risiko isolasi sosial, dan memperkuat perasaan bahwa mereka tetap memiliki tempat, peran, serta arti dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Bertambahnya usia tidak seharusnya membatasi kesempatan seseorang untuk terus belajar, beraktivitas, dan menikmati kehidupan yang bermakna.
Hadir pula Bapak Fredy Akbar K., S.Kep., Ns., M.Kep., selaku pembina Sekolah Lansia sekaligus inisiator terbentuknya Desa Ramah Lansia di Desa Palipi Soreang. Kehadirannya bersama mahasiswa semester VII Program Studi Sarjana Keperawatan STIKES Marendeng Majene menjadi bagian dari pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Keperawatan Gerontik yang mengintegrasikan teori dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari proses penuaan dan kebutuhan kesehatan lansia secara akademis, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk memahami lansia sebagai individu yang memiliki pengalaman hidup, potensi, perasaan, dan hak untuk memperoleh perhatian serta penghormatan. Interaksi langsung tersebut menjadi kesempatan untuk menumbuhkan empati, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memahami pentingnya pelayanan keperawatan gerontik yang berpusat pada individu.
Pembelajaran di masyarakat juga mengingatkan bahwa merawat lansia tidak cukup hanya dengan memperhatikan kondisi fisik dan penyakit yang dialami. Perhatian terhadap kesehatan psikologis, hubungan sosial, kemandirian, dan kebermaknaan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan penuaan yang sehat dan bermartabat.
Inisiatif pengembangan Desa Ramah Lansia di Palipi Soreang berangkat dari pemahaman bahwa kesejahteraan lansia merupakan tanggung jawab bersama. Lansia membutuhkan lingkungan yang memberikan kesempatan untuk tetap berpartisipasi, keluarga yang mendukung, masyarakat yang peduli, serta layanan yang mampu menjawab kebutuhan mereka. Dalam konteks ini, Sekolah Lansia menjadi salah satu ruang pemberdayaan yang dapat mempertemukan edukasi, aktivitas sosial, dan penguatan kapasitas lansia.
Sinergi antara STIKES Marendeng Majene, pemerintah, BKKBN, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Sekolah Lansia serta pengembangan Desa Ramah Lansia. Kolaborasi lintas sektor tersebut penting agar upaya meningkatkan kualitas hidup lansia tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkesinambungan.
Kehadiran BKKBN Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap lansia dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Lansia bukan sekadar kelompok yang perlu dilindungi, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sosial yang memiliki pengetahuan, nilai, pengalaman, dan kontribusi lintas generasi.
Melalui Terapi Aktivitas Kelompok dan keberadaan Sekolah Lansia, Palipi Soreang terus menumbuhkan semangat bahwa masa tua tetap dapat dijalani dengan aktif, sehat, bahagia, dan bermakna. Sebab, desa yang ramah lansia bukan hanya desa yang menyediakan pelayanan bagi orang lanjut usia, melainkan desa yang menghadirkan rasa aman, kepedulian, kesempatan berpartisipasi, dan penghormatan terhadap martabat setiap warganya.
Merawat lansia adalah merawat kehidupan, menghargai perjalanan panjang pengabdian, dan memastikan bahwa setiap orang tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berbahagia, serta merasa berarti pada setiap tahap usianya.
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.
Humas STIKMAR
Departemen Publikasi & Informasi
Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.