Majene — Mahasiswa Program Studi Profesi Ners STIKES Marendeng Majene melaksanakan screening kesehatan mental bagi remaja di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, sebagai bagian dari rangkaian Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal mahasiswa dalam mengenali kondisi, kebutuhan, serta berbagai faktor yang berkaitan dengan kesehatan mental remaja di masyarakat.
Screening dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah remaja, komunikatif, dan tidak menghakimi. Para mahasiswa memberikan ruang kepada remaja untuk mengenali kondisi dirinya, memahami perasaan yang sedang dialami, serta melihat pentingnya dukungan sosial dan lingkungan pertemanan yang positif.
Kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan diagnosis atau label terhadap remaja. Sebaliknya, screening menjadi bagian dari proses pengkajian awal untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan kesehatan mental remaja yang selanjutnya dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk edukasi, pendampingan, dan intervensi keperawatan komunitas yang sesuai.
“Screening ini bukan untuk memberikan label atau diagnosis kepada remaja, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi dan kebutuhan mereka. Hasilnya akan menjadi bahan bagi mahasiswa untuk memahami masalah yang ada di masyarakat dan menentukan bentuk dukungan yang sesuai.”
Mendengarkan Suara Remaja
Selain melakukan screening, mahasiswa juga membangun komunikasi yang lebih dekat dengan kelompok remaja Desa Onang. Ruang komunikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendengarkan pengalaman, pandangan, serta kebutuhan remaja secara langsung.
Pendekatan ini penting karena kesehatan mental remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dengan lingkungan tempat mereka tumbuh, hubungan dengan keluarga, pertemanan, kemampuan menghadapi tekanan, serta kemampuan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
Melalui komunikasi yang terbuka, mahasiswa berupaya menciptakan suasana yang membuat remaja merasa aman untuk menyampaikan pendapat dan mengikuti kegiatan tanpa merasa sedang “diperiksa” atau dihakimi.
Screening Menjadi Dasar Pengembangan Program
Kegiatan screening merupakan bagian dari tahapan pengkajian dalam Praktik Profesi Keperawatan Komunitas dan Keluarga STIKES Marendeng Majene. Mahasiswa tidak langsung menetapkan suatu program berdasarkan asumsi awal, tetapi terlebih dahulu mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan di masyarakat.
Hasil pengkajian selanjutnya akan dianalisis oleh mahasiswa dan menjadi bahan pembahasan dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Melalui MMD, mahasiswa dapat menyampaikan temuan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan sekaligus memperoleh masukan mengenai masalah yang dianggap penting serta bentuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Onang.
Dengan demikian, program yang nantinya dikembangkan diharapkan tidak bersifat top-down, tetapi lahir dari proses pengkajian, dialog, partisipasi masyarakat, dan kesepakatan bersama.
Menguatkan Upaya Promotif dan Preventif
Berdasarkan proses pengkajian yang sedang berlangsung, mahasiswa juga membuka kemungkinan pengembangan kegiatan promotif dan preventif yang berkaitan dengan kesehatan mental remaja, antara lain peningkatan literasi kesehatan mental, penguatan keterampilan menghadapi tekanan dan masalah, dukungan teman sebaya, keterlibatan keluarga, pencegahan perilaku berisiko, serta penguatan akses terhadap bantuan dan rujukan.
Namun demikian, bentuk program tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil pengkajian dan masukan masyarakat. Prinsip yang digunakan mahasiswa adalah masalah dan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan intervensi, bukan sebaliknya.
Pendekatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan proses keperawatan komunitas secara nyata, mulai dari pengkajian, identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan, pelaksanaan intervensi, hingga evaluasi.
Membangun Generasi Muda yang Peduli Kesehatan Mental
Melalui kegiatan ini, STIKES Marendeng Majene tidak hanya mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan membangun hubungan terapeutik, berkomunikasi dengan masyarakat, melakukan pemberdayaan, serta mengembangkan intervensi kesehatan yang berbasis kebutuhan komunitas.
Screening kesehatan mental remaja di Desa Onang diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun percakapan yang lebih terbuka mengenai kesehatan mental di kalangan generasi muda.
Kesehatan mental bukan hanya persoalan ketika seseorang sudah mengalami masalah. Mengenali diri, memiliki keterampilan menghadapi tekanan, membangun pertemanan yang sehat, saling mendukung, serta mengetahui kepada siapa harus mencari pertolongan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan mental sejak dini.
Melalui praktik profesi ini, mahasiswa Profesi Ners STIKES Marendeng Majene diharapkan dapat hadir bersama masyarakat Desa Onang, mendengarkan sebelum menentukan, memahami sebelum melakukan intervensi, dan membangun program bersama masyarakat agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Bagikan Artikel Ini
Bantu sebarkan maklumat ini ke jaringan anda.
Humas STIKMAR
Departemen Publikasi & Informasi
Berkomitmen menyajikan maklumat akademik, riset, dan prestasi institusi secara tepat dan telus.